Warta Jember

 
 
 
 
 
 
Anda membaca : Peristiwa Konvoi Pelajar Jember!!, Jember Barat Dihalau, Selatan Kucing-kucingan

Konvoi Pelajar Jember!!, Jember Barat Dihalau, Selatan Kucing-kucingan

Sedikitnya ratusan pelajar dari wilayah Jember barat yang berkonvoi ini akhirnya dihalau petugas. (yn/wartajember)wartajember.com - Sedikitnya ratusan pelajar lulusan SMA dan SMK se-Kabupaten Jember, yang sedang berkonvoi di jalan raya Kencong menuju Gumukmas, yang terbagi dalam dua kubu, terpaksa dihalau oleh polisi. Hal itu dilakukan, karena berkembang kabar bahwa dua kubu pelajar yang sedang berkonvoi, akan melakukan tawur massal. Banyaknya peserta konvoi, tembakan ke udara pun dilakukan petugas sebagai tindakan antisipasi terjadi bentrokan.

“Hasil lidik kami menguatkan, bahwa kabar akan terjadinya bentrokan antara dua kubu pelajar yang sedang konvoi,” kata Aiptu Gunawan, Kanit Resmob Polres Jember wilayah barat yang siang kemarin bersama beberapa anggotanya di titik penghadangan yang ada di seputaran Kantor Kecamatan Gumukmas. Aksi tembakan ke udara, sengaja dilakukan karena terlalu banyaknya peserta konvoi.

“Awalnya hanya bermaksud melakukan penghadangan. Yang dari barat harus putar balik, demikian juga yang dari timur. Pokoknya dua kelompok jangan sampai bertemu,” imbuhnya. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, juga menyadari akan sulitnya petugas hanya dengan melakukan penghadangan, tindakan antisipasi tersebut akhirnya dilakukan sebelum dua kubu bertemu.

Bahkan sesuai dengan misinya, penghadangan dan memutar balik arah konvoi para pelajar untuk menghindari bertemunya dua kelompok. Namun, keterbatasan anggota dibandingkan jumlah para peserta konvoi yang terus merangsek hendak meneruskan perjalanan, gagasan melakukan tembakan ke udara pun dilakukan.

Terbukti, upaya penghadangan untuk memutar balik arah konvoi akhirnya menjadi ringan. Rupanya, suara tembakan membuat para pelajar menjadi grogi. Dengan tergesa-gesa para pelajar yang sebelumnya alot diarahkan untuk kembali itu, akhirnya berbalik arah menuju Kencong kembali.

Dari data yang berhasil digali, memang informasi adanya permusuhan antar pelajar yang terbagi dalam dua kubu, yakni kubu barat yang meliputi gabungan SMK dan SMA yang ada di Kencong, Jombang dan Tanggul. Sementara SMA dan SMK dari wilayah Balung, Ambulu dan Rambipuji bergabung dalam kubu lainnya.

Beberapa insiden kecil tawuran pelajar antara dua kubu tersebut, sebelumnya memang sempat mewarnai hari-hari sebelum gelaran konvoi pelajar yang dijadikan puncak kegembiraan dan kepuasan atas kelulusannya mereka. Tak hanya merayakan kelulusan, luapan kegembiraan dan emosi itupun rencananya akan ditumpahkan pada saat bertemu kubu pelajar lain.

Tindakan tegas yang dilakukan polisi, memang harus dilakukan disaat tidak ada pilihan lain. Nyatanya, tindakan tersebut berhasil menepis kabar akan terjadinya bentrok massal antar pelajar tersebut.

 

Kucing-kucingan Dengan Petugas

 

Satu adegan peserta konvoi saat menuju Pantai Watu Ulo Ambulu, Jember. (yn/wartajember)Berbeda dengan konvoi pelajar yang terjadi di wilayah selatan. Ratusan pelajar dari seluruh Jember, yang kebanyakan dari wilayah kota Jember, kemarin juga tampak berkonvoi merayakan kelulusan. Mereka memang merayakan lulusan untuk mencari kelengahan Petugas. Mereka nekat konvoi di jalanan Jember selatan menuju Ambulu, di saat petugas sudah menganggap tidak ada lagi aksi itu.

Aksi para pelajar ini memang sempat membuat kaget warga sekitar, karena warga menganggap jika momen lulusan sudah selesai. Mereka terlihat berkonvoi di sejumlah jalanan di Jember selatan menuju ke Ambulu. Bahkan, banyak dari pelajar itu yang tidak membawa perlengkapan kendaraan seperti helm. Namun anehnya, justru mereka membawa bendera sejumlah Partai Politik.

Sejak pagi kemarin, para pelajar terlihat mulai berkumpul di Alun-alun Ambulu. Semakin siang, jumlah pelajar yang datang dari sekitaran Ambulu, Balung, Jubung dan beberapa sekolah negeri di Kota Jember pun tampak berada di lokasi.

Mulai pelajar laki-laki dan perempuan sepertinya tumplek blek di Alun-alun Ambulu. Seperti tahun sebelumnya, aksi corat-coret baju menjadi aksi pertama sebelum menyusul aksi yang lain. Para pelajar ini memang sempat menunda pesta lulusan itu karena adanya siasat dari pihak sekolah yang sudah diumumkan sebelumnya.

“Pas pengumuman kelulusannya sudah sore hari,” kata Huda yang mengaku lulusan salah satu SMA Ambulu. Dan itu, menurutnya tidak mungkin untuk dilakukan  konvoi. Karenanya, para pelajar pun janjian melakukan konvoi keesokan harinya, yang diperkirakan, para petugas sudah menganggap jika para pelajar akan menggelar konvoi. Usai corat-coret baju, ratusan pelajar alki-laki dan perempuan itu seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya yakni merayakannya dengan konvoi menuju Pantai Wisata Watu Ulo.

Namun, kebanyakan warga prihatin dengan aksi itu. “Padahal, masa depan mereka masih panjang,” ujar warga yang melihat konvoi kemarin. Warga lebih simpati jika para pelajar itu merayakan kelulusan dengan melakukan tasyakuran atau istigosah serta menyumbangkan baju mereka daripada dicorat-coret seperti itu.