Warta Jember

 
 
 
 
 
 
Anda membaca : Hukum Diparkir Depan Rumah, Honda Beat Amblas

Diparkir Depan Rumah, Honda Beat Amblas

Petugas SPK Polsek Kencong sudah menerima laporan kehilangan tersebut dari kerabat korban. (ulum/wj.com)wartajember.com - Nuansa Magrib yang hening pada Jum’at sore di Jalan Kyai Haji A. Dahlan, lingkungan RT 03/ RW 02 Dusun Ponjen, Desa/ Kecamatan Kencong seketika berubah menjadi gempar. Tiba-tiba saja, jeritan dan tangis Icha Oktifiara Agmi (20), putri pasangan Agus Sasongko dan Sami warga setempat memecah heningnya suasana. Honda Beat warna Biru P 6926 KO kesayangannya, yang diparkir di depan rumahnya telah raib digondol pelaku Curanmor.

Padahal, hanya selisih sekitar satu jam, motor tersebut diparkir di depan rumahnya, dan ditinggal masuk rumah. Karuan saja, nuansa Magrib yang hening di lingkungan tersebut berubah menjadi kacau oleh tangisan Icha yang semakin menjadi-jadi. Warga langsung berhamburan keluar rumah, bermaksud ingin tahu apa yang terjadi.

“Wah, wilayah kita mulai tidak aman sekarang,” celatuk seorang warga kepada temannya. Karena diketahui, selain padat penduduk, kejadian itu merupakan yang pertama kali terjadi di kawasan seputaran alun-alun Kencong itu.

Dari penuturan ibu korban, sekitar pukul 17.00 WIB, Honda Beat tersebut diparkirnya di depan rumah sepulang dari membeli obat buat si bungsu yang sedang sakit. Setelah merasa aman, bahkan sempat dikunci stang, ibu korban pun masuk untuk memberikan obat pada si bungsu.

Setelah hampir satu jam, Icha yang berencana melihat parade Band bersama teman-temannya  di Pasar Baru Kencong yang lagi lounching, berencana memastikan kondisi motornya. Namun Icha akhirnya kelimpungan, mendapati motornya sudah tidak ada di tempatnya semula.

Gelisah dan was-was, yang berujung pada jerit dan tangisan Icha pun tak terbendung, setelah bertanya pada sang ibu sambil berusaha mencari motornya si sekitaran rumah, namun tetap tidak ditemukan. Icha dan keluarganya pun yakin, kalau motor Honda Beat yang dibeli setahun yang lalu itu telah raib digondol maling.

Atas kejadian itu, bukan saja rencana kongkow-kongkow Icha bersama teman-temannya di Pasar Baru menjadi gagal, namun Icha juga mengalami shock yang berat. Petang itu juga, kejadian tersebut dilaporkan ke Mapolsek Kencong oleh kerabat Icha.

Kapolsek Kencong AKP Ma’ruf, membenarkan kejadian tersebut. Pihaknya telah menerima laporan dari pihak korban. Dan tak bisa dipungkiri, kejadian tersebut telah membuat dahi kapolsek mengernyit, menyadari kalau wilayah hukumnya masih berada dalam titik rawan Curanmor.

“Sudah kita terima laporan dari pihak korban. Dan sedang lidik kami,” kata Ma’ruf singkat. Tak lupa, atas peristiwa tersebut, Ma’ruf mengingatkan kembali pada masyarakat Kencong agar lebih waspada dan berhati-hati dalam menjaga harta bendanya.  Karena menurutnya, aksi kriminal bisa terjadi kapan saja, dan dimana saja.