Warta Jember

 
 
 
 
 
 
Anda membaca : Hukum DiLoporkan Pemalsuan Tanda Tangan, PJs Kades Lojejer Pasrah

DiLoporkan Pemalsuan Tanda Tangan, PJs Kades Lojejer Pasrah

Kuasa hukum Masduqi, Bambang Sugiarto, Sh.wartajember.com - Dugaan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan Basir saat masih menjabat sebagai Sekretaris Desa Ampel pada 2009 lalu, dimana kasusnya sudah berulir menjadi laporan polisi di Mapolres Jember, akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Basir.

Saat dikonfirmasi, Basir yang sekarang menjadi Pejabat sementara (PJs) Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, membantah jika dirinya telah memalsukan tanda tangan Masduqi, kepala Desa Ampel pada waktu itu. Namun begitu, karena  masalah tersebut sudah menjadi laporan polisi, dirinya memilih pasrah dan akan mengikuti prosesnya.

“Yang jelas saya tidak pernah melakukan pamalsuan tanda tangan, seperti yang dilaporkan Pak Masduqi ke Polres. Tapi karena sudah menjadi laporan polisi, saya akan mengikuti prosesnya,” kata Basir saat dihubungi.

Basir menjelaskan, bahwa hingga kini, dirinya masih belum tahu dan belum pernah melihat akte jual beli lahan milik warga yang dikabarkan telah dia palsukan tanda tangannya itu.

Bahkan, selain dugaan pemalsuan tanda tangan pada akte jual beli yang juga dibubuhi stempel desa tersebut, menurut Basir juga membingungkan. Karena stempel desa tidak mungkin berada di tangannya tanpa sepengetahuan kepala desa. “Yang namanya stempel desa, jelas tidak bisa lepas dari kewenangan Kepala Desa (Masduqi red.),” jelasnya.

Terlepas dari apapun, dan ada apa di balik laporan Masduqi ke Mapolres Jember, Basir mengaku pasrah dan akan mengikutinya sesuai prosedur yang berlaku. Namun diakui oleh Basir, bahwa sebelum terjadinya laporan atas dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut, pihak Masduqi menurutnya tidak pernah ada koordinasi.

“Hal itu yang saya sesalkan, tidak ada koordinasi tiba-tiba muncul pemberitaan di media kalau saya dilaporkan ke Polres Jember atas dugaan telah memalsukan tanda tangan Pak Masduqi,” imbuhnya.

Sementara itu, Bambang Sugiarto penasehat hukum Masduqi mengatakan pihak Polres telah menindaklanjuti proses laporan kliennya tersebut. Terkait itu, kliennya sudah dimintai keterangan atas laporan tersebut. “Bahkan rencananya, Kamis besuk saya akan dititipi surat panggilan dari penyidik buat terlapor, untuk datang dan dimintai keterangan,” kata Bambang.

Dikatakan, setelah munculnya pemberitaan atas dilaporkannya Basir oleh kliennya, pihak terlapor berulang kali mencoba menghubunginya via HP. Namun tidak pernah diangkat, karena tidak jelas maksud dan tujuannya.

“Klien saya serius dalam laporan ini. Karena sudah menjadi laporan polisi, semuanya diserahkan sepenuhnya kepada polisi,” pungkasnya.