Warta Jember

 
 
 
 
 
 
Anda membaca : Ekonomi Emas Wuluhan Diakui Lebih Bagus Dari Banyuwangi

Emas Wuluhan Diakui Lebih Bagus Dari Banyuwangi

Email Cetak

wartajember.com - Setelah butiran-butiran emas yang didapat oleh para penambang illegal (peni) dari Curah Macan, aliran sungai dari Gunung Manggar diproses hingga menjadi emas, ternyata mutunya lebih bagus dari pada Banyuwangi. Hal itu disampaikan oleh beberapa penambang illegal yang sempat ditemui, yang ternyata pindahan dari daerah Banyuwangi.

Diungkapkan juga oleh sejumlah makelar yang biasa mangkal di sekitaran toko-toko emas Pasar Ambulu yang bisa membeli emas milik para penambang. “Emas Wuluhan memang Lebih bagus, harganya juga lebih mahal,” tutur SF (46), warga Dusun Krajan Desa/ Kecamatan Ambulu yang mangkal di stand miliknya yang ada di trotoar jalan dekat toko emas.

Emas di Banyuwangi, menurut SF kandungannya hanya sekitar 60-65 persen. “Sedangkan emas Wuluhan sekitar 75-80 persen,” ujarnya. Butiran-butiran emas yang dibawa warga Wuluhan, memang berwarna putih. Hal itu menurut SF karena masih bercampur dengan logam perak. Jika nanti dilebur akan menimbulkan emas murni yang dapat dijual lagi dengan harga yang cukup tinggi

Karena itu, dirinya pun mengaku berani membeli dengan harga tinggi untuk emas dari Wuluhan yang dibawa oleh warga. Setiap gramnya dibelinya dengan harga sekitar Rp 300-350 ribu. SF sendiri tidak berani mengatakan di mana dirinya menjual emas yang baru saja dikumpulkannya dari para warga itu.

Ternyata, bukan hanya SF yang menjadi pengumpul barang dari masyarakat yang menambang itu. Namun, masih banyak pedagang-pedagang lainnya yang membeli emas dari penambangan warga itu. Di sepanjang jalan depan komplek pertokoan emas Pasar Ambulu, memang cukup banyak yang membuka stand menerima emas dari warga Wuluhan.